jpnn.com - WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam menyerang Iran lagi.
Berbicara kepada media, Senin (31/), Trump menyatakan bahwa militer AS tidak menutup kemungkinan kembali menyerang Iran jika memang hal itu diperlukan.
“Para pemimpin mereka (Iran) sebagian besar sudah tewas. Angkatan Laut mereka sudah tidak ada. Angkatan Udara mereka sudah tidak ada. Peralatan pengawasan mereka hampir seluruhnya sudah hancur. Itu bukan berarti kami tidak akan menghantam mereka. Kita lihat saja apa yang terjadi,” kata Trump.
Sebelumnya, Axios pada Senin (31/8), melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran untuk mencegah negara itu memulihkan kemampuan militernya.
Rencana tersebut juga ditujukan untuk mengurangi risiko serangan Iran terhadap kapal tanker minyak serta aset Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS di kawasan.
Pada Minggu, sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di Pulau Larak, Iran, yang berada di Selat Hormuz.
Axios melaporkan AS telah melancarkan serangan yang diduga menargetkan peluncur rudal Iran di pulau tersebut.
Media Iran kemudian melaporkan bahwa Teheran menembakkan rudal ke kapal-kapal AS di Selat Hormuz dan pangkalan AS di kawasan.








































