jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal mengimpor tabung CNG untuk ukuran 3 kilogram untuk alternatif LPG 3 kilogram atau gas melon.
Adapun CNG atau Compressed Natural Gas berisi sebagian besar metana yang ditempatkan dengan tekanan tinggi mencapai 200–250 bar agar mudah disimpan dan didistribusikan.
“Kan ini teknologinya tinggi. Saat ini yang mampu membuat teknologi itu di luar, ya. Indonesia belum (belum bisa membuat),” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/7).
Laode menjelaskan besar kemungkinan Indonesia mengimpor tabung CNG tersebut dari China.
“Banyak sih negara yang ini, tetapi kami sejauh ini China,” ucap Laode.
Laode mengaku impor tabung tersebut rencananya dilakukan pada tahap awal penerapan CNG untuk rumah tangga.
Nantinya, ketika skala penggunaan CNG untuk rumah tangga sudah masif, Indonesia akan memproduksi tabung CNG di dalam negeri.
“Iya, seperti itu (impor). Tahap awal, ya,” ucap Laode.





.jpeg)
































