jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pengurus Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP) Sylvia Veronica N.P. Siregar menekankan transisi yang adil tidak bisa dipahami sekadar sebagai program lingkungan dengan tambahan aspek sosial di ujungnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan The 11th Sustainability Practitioner Conference (SPC) 2026 di Menara Mandiri, Jakarta.
Konferensi bertema "Driving Just Transition: From Strategy to Real Impact" ini digelar oleh ICSP bersama National Center for Corporate Reporting (NCCR) dan didukung UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) sebagai strategic partner.
Sylvia menilai transisi ekonomi rendah karbon tidak boleh berhenti sebagai komitmen di atas kertas tanpa adanya transformasi bisnis yang nyata.
"Ini adalah cara mengelola transformasi ekonomi, menentukan seberapa cepat perubahan berlangsung, ke mana modal diarahkan, perspektif siapa yang membentuk proses ini, dan bagaimana institusi tetap bertanggung jawab atas hasilnya," ujar Sylvia.
Tantangan utama saat ini disebut bukan lagi soal komitmen, melainkan kesenjangan implementasi di berbagai organisasi.
Direktur Eksekutif NCCR, Ali Darwin mengingatkan dunia tengah menghadapi krisis global yang saling terkait mulai dari perubahan iklim hingga ketimpangan sosial.
Ali menekankan pentingnya perencanaan transisi yang terintegrasi sejak awal ke dalam strategi korporasi agar berjalan inklusif dan transparan.

















































