jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 2,92 persen sepanjang 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, untuk inflasi bulanan dan inflasi tahunan pada Desember 2025 masing-masing sebesar 0,64 persen month-to-month (mtm) dan 2,92 persen year-on-year (yoy).
“Pada akhir tahun, inflasi year-on-year dan inflasi tahun kalender atau year-to-date akan sama karena yang dibandingkan adalah dua titik yang sama, yakni IHK (Indeks Harga Konsumen) Desember 2025 dan IHK Desember 2024,” ujar Pudji Ismartini di Jakarta, Senin (5/1).
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis sudah mempunyai modal yang memadai untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2026.
“Tahun 2026 harusnya pertumbuhan 6 persen, seperti yang saya bilang sebelumnya, tidak terlalu sulit untuk dicapai,” kata Purbaya.
Purbaya menilai terjadi perlambatan ekonomi yang signifikan pada sembilan bulan pertama tahun 2025.
Namun, perkembangan kebijakan fiskal dan moneter belakangan dianggap sudah cukup untuk menjadi bekal menyambut tahun anggaran 2026.
Menurut Purbaya, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter berhasil memulihkan perekonomian dengan cukup baik.















































