jpnn.com - MEDAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara mencatat bahwa banjir melanda enam kabupaten/kota di provinsi itu. Hal tersebut berdasar laporan yang diterima dari Pusdalops Sumut.
"Berdasarkan laporan (Pusdalops Sumut, red) enam kabupaten/kota di Sumut dilanda banjir," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara Sri Wahyuni Pancasilawati di Medan, Selasa (8/9).
Pusdalops Sumut mendata enam kabupaten/kota yang dilanda banjir, yakni Kabupaten Deliserdang, Nias Selatan, Nias Barat, Langkat, Kota Medan dan Binjai. "Banjir yang melanda enam kabupaten/kota tersebut ada yang terjadi pada Sabtu (5/9), Minggu (6/9) dan Senin (7/9)," kata dia.
Pusdalops mendata Kabupaten Langkat merupakan daerah yang paling terdampak. Banjir itu mengakibatkan 2.678 kepala keluarga dari empat kecamatan terdampak
Lalu, Kota Medan tercatat sebanyak 817 kepala keluarga dari satu kecamatan terdampak. Kemudian, Kecamatan Kabupaten Nias Barat yang tercatat 595 kepala keluarga dari empat kecamatan terdampak.
Selanjutnya, Kota Binjai merupakan daerah yang terdampak keempat dengan mencatatkan 461 kepala keluarga. Lalu, Kabupaten Deliserdang 30 kepala keluarga dari satu kecamatan. Sementara itu, banjir di Kabupaten Nias Selatan mengakibatkan fasilitas umum di Kecamatan Hilisalawa'ahe.
Sri mengatakan upaya dan penanganan atas peristiwa tersebut telah dilakukan oleh masing-masing pemerintah daerah setempat dan pemangku kebijakan terkait.
Sri Wahyuni mengatakan masing masing pemerintah setempat melakukan pendataan ke lokasi terdampak serta memantau perkembangan.
















































