jpnn.com, BANDUNG - Kasus mobil blind van menabrak yang menabrak sejumlah kendaraan di Kota Bandung berakhir damai.
Pengendara dan pengemudi ojek online telah menyampaikan permohonan maaf.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana mengatakan, peristiwa ini berawal dari aksi kejar-kejaran antara pengemudi ojek online dan mobil pada Minggu (6/9) sekitar pukul 17.50 WIB.
Fiekry menuturkan pengejaran mobil van pengantar pakaian oleh pengemudi ojol dipicu perselisihan keduanya.
Pengemudi ojol yang tersulut emosi pun lantas meneriaki pengemudi mobil van sebagai pelaku tabrak lari.
"Diawali dari perselisihan kata di jalan hingga karena memang emosi, salah satu emosi yang pengemudi roda 2 hingga meneriaki kepada roda 4 ini 'tabrak lari'," kata Fiekry di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (8/9).
Teriakan pengemudi ojol itu mengundang perhatian massa, membuat pengendara mobil van pun dikejar. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan, tidak ada insiden tabrak lari.
"Padahal tidak terjadi tabrak lari sehingga mengundang massa, keliling-keliling mobil dikejar oleh massa sampai betul terjadi tabrak mobil, tabrak motor hingga pejalan kaki, dan berakhir di Mako Polresta Jalan Jawa," ucapnya.
















































