jpnn.com, BANDUNG - Kehadiran Layvin Kurzawa di tubuh skuad Persib Bandung, membuat persaingan makin ketat. Meski berstatus megabintang, eks penggawa Paris Saint-Germain (PSG) itu tetap tak bisa berleha-leha.
Kurzawa harus mampu membuktikan diri kepada pelatih Bojan Hodak, apabila menginginkan karier yang moncer di klub barunya.
Tugasnya terbilang berat, sebab Hodak dikenal sebagai pelatih tegas dan tanpa toleransi.
Hodak menuturkan dia tidak melihat seorang pesepakbola dari labelnya. Dia hanya menginginkan pemain yang direkrutnya berkontribusi untuk tim. Begitu juga dengan Layvin Kurzawa.
"Tidak terlalu (perlakuan spesial). Lihat, dia datang ke sini dan dia ingin bermain. Jadi dia harus lebih baik dari para pemain yang sudah berada di sini sebelumnya," kata Hodak, Selasa (3/2/2026).
Layvin Kurzawa didatangkan Persib dengan rencana mengisi kekosongan sisi kiri yang ditinggalkan Hehanussa Bersaudara. Hodak berharap Kurzawa bisa memenuhi ekspekstasinya.
Namun, satu hal yang menjadi sorotan ialah usia Kurzawa yang tak lagi muda. September kemarin, dia baru berulang tahun ke-33 tahun.
Oleh karena itu, treatmen khusus akan diberikan kepada pemain-pemain 'senior' agar bisa mempertahankan performanya.



















.jpeg)
























