bali.jpnn.com, DENPASAR - Musim hujan berkontribusi mendongkrak kinerja usaha pertanian, kehutanan dan perikanan di Provinsi Bali.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya ketersediaan air untuk pertanian selama musim hujan.
“Kinerja usaha pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 3,27 persen, dari semula 9,07 persen menjadi 12,34 persen,” ujar Erwin Soeriadimadja dilansir dari Antara.
Selain karena pasokan air terjaga, tiga sektor itu juga tumbuh positif karena musim panen gadu atau hasil musim tanam padi kedua komoditas padi pada Oktober hingga November 2025.
Menurutnya, peningkatan usaha tiga sektor itu menyelamatkan kinerja dunia usaha di Bali agar tidak turun lebih dalam.
Pasalnya, pada periode triwulan IV-2025 secara umum kinerja ekonomi Bali menurun dibandingkan triwulan sebelumnya.
Bank sentral itu mencatat nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan dunia usaha mencapai 35,46 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 53,17 persen.
Erwin menjelaskan melandainya hasil survei dipicu oleh penurunan kinerja lapangan usaha Penyediaan Akomodasi Makanan dan Minuman (Akmamin) dari 19,12 persen pada triwulan III-2025 menjadi terkontraksi atau minus 0,67 persen pada triwulan IV-2025.


















.jpeg)






















