jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini atau Senin (18/5/2026) melemah menjadi Rp 17.668 per USD dari sebelumnya Rp 17.597 per USD.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp 17.666 per USD dari sebelumnya Rp 17.496 per USD.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini nilai tukar rupiah mulai kembali menguat pada Juli 2026.
Sebab, meredanya tren permintaan valuta asing (valas) musiman yang meningkat pada periode April hingga Juni 2026.
Kebutuhan dolar Amerika Serikat (AS) meningkat secara musiman pada April-Juni akibat pembayaran utang luar negeri, repatriasi dividen, serta kebutuhan ibadah haji.
"Sekarang ini dalam tekanan, undervalue, karena faktor global dan faktor seasonal demand pada April, Mei, Juni, dan insyaallah nanti Juli akan menguat," kata Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.
Perry meyakini rerata nilai tukar rupiah sepanjang 2026 berada dalam kisaran asumsi makro APBN, yakni Rp 16.200 hingga Rp 16.800 per USD, dengan titik tengah sekitar Rp 16.500 per USD.
Di sisi lain, rerata nilai tukar rupiah secara tahun berjalan (year to date/ytd) berada pada kisaran Rp 16.900 per USD.




.jpeg)
































