BHS Usul BBM Subsidi Diprioritaskan Untuk Transportasi Publik, Kenapa?

3 hours ago 20

BHS Usul BBM Subsidi Diprioritaskan Untuk Transportasi Publik, Kenapa?

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS). Foto: source for JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengapresiasi langkah pemerintah yang mempertahankan harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Solar. 

Kebijakan itu dinilai krusial di tengah situasi geopolitik di Timur Tengah yang makin memanas. 

BHS menegaskan bahwa keputusan tersebut sangat tepat untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Menurutnya, menahan harga BBM adalah kunci utama dalam menekan laju inflasi, yang pada akhirnya akan menjaga kelancaran target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. 

Kapoksi Fraksi Gerindra Komisi VII DPR-RI itu mencontohkan kebijakan serupa di Malaysia, di mana hingga saat ini harga BBM subsidi belum mengalami kenaikan.

RON 95 masih berada di kisaran 1,99 ringgit atau sekitar Rp 8.800 per liter, sementara diesel berada di level 2,15 ringgit atau sekitar Rp 9.000 per liter.

Hal yang sama juga terjadi di Brunei Darussalam yang masih mempertahankan harga premium di kisaran 0,53 dolar Brunei atau sekitar Rp 6.400 per liter, serta RON 97 di level 0,88 dolar Brunei atau setara Rp 10.700 per liter tanpa subsidi. 

BHS menilai Indonesia bersama Malaysia dan Brunei Darussalam sebagai negara penghasil minyak mentah memiliki kemampuan untuk menjaga stabilitas harga energi domestik.

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengusulkan BBM subsidi diprioritaskan untuk tranportasi publik ditengah geopolitik global.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |