Berpisah Istri

3 hours ago 23

Oleh: Dahlan Iskan

Berpisah Istri

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Saya berpisah lagi dengan istri: di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah saya harus pergi ke negara lain.

Kali ini ke negara yang dekat tetapi belum pernah saya kunjungi: Yaman. Tetangga selatan Saudi Arabia.

Berpisah Istri

Saya berpesan kepada anggota rombongan yang akan meneruskan menemani istri. Terutama mengenai sakitnya. Apa yang harus diperbuat kalau penyakit itu datang padanya.

Mereka masih beberapa hari lagi di Makkah. Mereka tidak panik. Terutama kalau melihat istri saya sedang menggigil hebat. Biasanya pukul empat atau lima sore.

Itu tidak ada hubungannya dengan operasi lutut. Mungkin perasaan istri mengatakan masih ada hubungannya. Tetapi saya yakinkan bahwa sakit akibat operasi lututnya sudah sembuh.

Memang selama di Makkah dan di Madinah, dia tetap pilih pakai kursi roda. Tetapi itu lebih karena agar tidak kelelahan.

Tentu ada konsekuensinya. Pakai kursi roda di saat tawaf –ritual mengelilingi Ka'bah tujuh kali– ada tempatnya tersendiri. Tidak bisa di dekat Ka'bah. Harus di lantai dua Masjid Al Haram.

Saya berpisah lagi dengan istri: di Makkah. Hampir selalu begitu. Setelah menemani ibadah umrah saya harus pergi ke negara lain.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |