jpnn.com - Perlukah Presiden Indonesia mengucapkan dukacita atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei? Itulah yang sedang viral di medsos.
Utamanya setelah Megawati Soekarnoputri memublikasikan ucapan dukacita itu ke publik.

Bela sungkawa Mega begitu spesial: dua halaman. Isinya pun cukup emosional: menunjukkan solidaritas sebagai sesama anggota Nonblok, sesama negara Islam, dan sesama berjiwa nasionalistis.
Anda bisa membaca sendiri isinya: sampai menguraikan riwayat masa muda Ayatollah Khamenei yang ternyata mengagumi Bung Karno.
Mega juga menceritakan pengalamannyi saat sebagai Presiden ke-5 RI: berkunjung ke kediaman Ayatollah Khamenei di Teheran. Terkesan dengan hangatnya penyambutan.
Lalu Mega mengundangnya ke Indonesia. Baik untuk menghadiri musyawarah besar alim ulama sedunia maupun ulang tahun KTT Asia Afrika.
Lalu ada yang bertanya di medsos: "apakah presiden Indonesia sudah mengucapkan dukacita?"

.jpeg)









































