kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan masyarakat Kaltim kini diposisikan sebagai subjek aktif yang menentukan denyut nadi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Peluang seluruh masyarakat Kaltim, kita bersama-sama melakukan usaha-usaha yang positif dan aktif. Mulai dari yang kecil-kecil dulu, supaya kita bisa menjadi subjek ibu kota negara di sini,” tegas Wagub Seno Aji dalam keterangannya dikutip Selasa (27/1).
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Diskusi Panel IKN sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia, Format dan Peran Strategis Kaltim sebagai Daerah Mitra IKN di ruang rapat Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/1).
Diakui Wagub Seno, hingga saat ini Kaltim merupakan salah satu provinsi potensial dan kaya yang memiliki sumber daya alam berlimpah.
Namun, seiring dengan perkembangan dan pembangunan IKN, jumlah penduduk Benua Etam akan terus bertambah dan diperkirakan tidak lagi empat juta jiwa, tetapi bisa mencapai 5-6 juta jiwa, termasuk warga pendatang.
Berdampak pada konsumsi masyarakat yang saat ini sudah besar, maka akan semakin meningkat dan drastis dan kompleks.
Sementara berdasarkan penelitian Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan ekonomi yang bertahan saat ini adalah ekonomi kerakyatan bukan ekonomi sumber daya alam.
"Kita harus berubah dan jangan malu. Masyarakat kita, anak-anak muda jangan lagi jadi kuli di tambang-tambang batu bara, tetapi harus bangga mengelola dan menghidupi lahan-lahan kebunnya sendiri untuk konsumsi IKN," harap Wagub Seno.


















.jpeg)






















