jpnn.com - "Kamu pakai baju sebaik apa pun akan ada orang lain yang memakai baju lebih baik. Kamu pakai baju paling buruk yang kamu miliki pun masih ada orang yang memakai baju lebih buruk dari kamu".
Itu bukan nasihat. Itu komentar ayah saat melihat kakak perempuan saya bingung cari pinjaman baju: untuk pergi ke acara kawinan. Saya masih kecil. Saya perhatikan ucapan Pak Iskan itu. Sangat membekas di hati.
Ari Sufiati (dress warna merah) saat menggelar ulang tahun ke-50 berkonsep Homecoming di Omah Kendedes, Shanaya Resort, Malang.-dokumentasi pribadi-
Kata-kata itulah yang berpengaruh pada sikap saya berpakaian: biasa-biasa saja. Yang penting pantas.
Mungkin saya salah. Begitu banyak perusuh Disway yang risi melihat foto saya di berbagai acara: dianggap kurang pantas. Saya pun mengakui penilaian itu. Benar. Dan saya berusaha berubah. Tapi tidak bisa bertahan lama. Kumat lagi.
Salah satu perubahan itu saya coba hari Sabtu kemarin.
Saya ke Malang --menghadiri undangan dari Ari Sufiati. Saya tidak sempat ngecek undangan apa itu. Saya berangkat dengan hoody hitam sederhana. Tapi saya membawa baju koko warna putih sebagai cadangan.
Di tengah jalan saya cari-cari undangan lewat WA itu. Ketemu. Ternyata bukan kawinan. Itu undangan ulang tahun. Saya lega: tidak perlu ganti baju. Hoody ini cukup untuk sebuah acara ultah.

.jpeg)







































