bali.jpnn.com, DENPASAR - Masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang tampak ringan.
Pasalnya, gejala penyakit jantung tidak selalu muncul secara khas dan sering kali tersamarkan oleh gangguan kesehatan lain.
Pakar Kardiovaskular Intervensi Siloam Hospitals Bali, Dr. dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa pada penderita diabetes, gejala
serangan jantung kerap hanya berupa lemas, mual, muntah, atau keluhan yang menyerupai masalah pencernaan.
"Gejala yang khas biasanya ditandai rasa berat di dada seperti ditekan, nyeri yang menjalar ke punggung, leher, atau tangan kiri, serta disertai keringat dingin, mual, dan muntah," ujar dr. I Made Junior Rina Artha di sela Cardiac Symposium: “From Imaging to Intervention” di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (8/8) kemarin.
Dr. Junior mengingatkan masyarakat dengan faktor Risiko, seperti penderita hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, serta perokok agar lebih waspada dan melakukan pemeriksaan berkala.
"Penyebab utamanya adalah gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.
Oleh karena itu, pencegahan primer (primary prevention) sangat penting.
Kita harus mengenali gejala sejak dini agar tidak berkembang menjadi serangan jantung atau gagal jantung," kata dr. Junior.






































