jpnn.com, JAKARTA - Program beasiswa kuliah Rumah Yatim terus memberikan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Berdasarkan data penerima manfaat periode 2009–2026, sebanyak 480 mahasiswa tercatat mendapatkan manfaat dari program beasiswa kuliah Rumah Yatim.
Dari keseluruhan penerima manfaat itu, sebanyak 180 mahasiswa masih menempuh pendidikan, sementara 223 mahasiswa telah lulus.
Sebanyak 161 alumni juga tercatat telah bekerja, menunjukkan bahwa dukungan pendidikan yang diberikan tidak hanya membantu penerima manfaat mengakses perguruan tinggi, tetapi juga membuka peluang menuju kemandirian.
Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim Sani Ramdani mengatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk memutus mata rantai keterbatasan ekonomi.
Menurut dia, beasiswa kuliah bukan hanya tentang membantu mahasiswa membayar biaya pendidikan.
“Lebih dari itu, kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memiliki masa depan yang lebih baik, mengembangkan kompetensinya, dan pada akhirnya mampu mandiri serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Sani.
Keberhasilan para penerima manfaat yang telah menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja menjadi salah satu indikator bahwa program beasiswa memiliki dampak jangka panjang.










.jpeg)





























