bali.jpnn.com, DENPASAR - Batur Village Festival #1 dijadwalkan bergulir pada 2–8 Agustus 2026.
Festival ini menjadi momentum untuk mengenang 100 tahun sejarah perpindahan masyarakat Batur pascaerupsi dahsyat Gunung Batur pada 1926 sekaligus memperkuat pelestarian budaya, sejarah, dan identitas masyarakat.
Festival ini dihadirkan bukan sekadar ajang seremonial, melainkan gerakan bersama untuk merefleksikan perjuangan para leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya dan tradisi masyarakat Batur.
"Kami ingin peringatan 100 Tahun Rarud Batur menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan kembali sejarah, budaya, dan semangat para leluhur," ujar Ketua Panitia I Made Santika di Denpasar, Rabu kemarin (22/7).
Selama tujuh hari pelaksanaan, festival akan diisi oleh beragam agenda menarik yang melibatkan pelajar, pemuda, akademisi, hingga wisatawan.
Ada Seminar Nasional Seabad Relokasi Batur, peluncuran dan bedah buku, talk show kepemudaan, serta pemutaran film budaya Batur.
Batur Village Festival #1 juga diramaikan Batur Caldera Run, Pementasan Teatrikal Rarud Batur, Pameran Seni Lukis, hingga pergelaran dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.
Penyelenggara juga mengajak pengunjung untuk menelusuri kembali jalur sejarah perpindahan masyarakat dari Batur Let menuju Desa Bayung Gede hingga ke Desa Adat Batur.









































