jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya mengungkapkan tantangan industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) di Indonesia.
Kendati mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, Tirta menyatakan masih banyak pekerjaan rumah yang masih harus diatasi segera.
"Terutama dalam masa transisi yang memerlukan penyesuaian teknologi, proses kepatuhan (compliance), dan edukasi pasar," kata Tirta di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
Menurut Tirta, tantangan jangka pendek yang harus diatasi bersama untuk mengunci potensi pertumbuhan jangka menengah dan panjang.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bappebti telah melakukan berbagai upaya, mulai dari literasi rutin hingga pemblokiran situs perdagangan berjangka ilegal.
"Kami menyadari bahwa Bappebti tidak bisa bekerja sendirian. Melalui momentum ini, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan kementerian dan lembaga terkait dalam menjaga industri ini tetap berada di koridor yang benar," ucapnya.
Menyusul hal ini, Tirta lantas mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih keras di tahun 2026 guna meningkatkan citra positif PBK di Indonesia.
"Kami berharap inovasi-inovasi baru terus bermunculan, terutama dalam penguatan transaksi berbasis komoditas, sehingga peran PBK semakin signifikan bagi ekonomi nasional," imbuh Tirta.















































