Banyak Pengguna WhatsApp Panik, Pemerintah Turun Tangan

2 hours ago 16

Banyak Pengguna WhatsApp Panik, Pemerintah Turun Tangan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Kemkomdigi, Jakarta pada Rabu (26/8/2026). (ANTARA/Farhan Arda Nugraha)

jpnn.com, JAKARTA - Kepanikan banyak pengguna WhatsApp belakangan lantaran aplikasi itu menampilkan layar peringatan bahwa akun berstatus dalam peninjauan, mendorong pemerintah turun tangan.

Ribuan pengguna di berbagai belahan dunia—termasuk Indonesia—mendadak gigit jari, karena khawatir akun mereka diblokir secara sepihak oleh Meta.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) akhirnya turun tangan memanggil Meta untuk dimintai pertanggungjawaban.

"Jadi hari ini kami menindaklanjuti untuk memanggil tim dari Meta, utamanya yang terkait dengan WhatsApp," ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, di Jakarta, Rabu (26/8).

Langkah tegas itu diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah rupanya sempat dibuat geregetan lantaran surat klarifikasi pertama yang dikirimkan Kemkomdigi pada 14 Agustus 2026 lalu, dicueki.

Selama sepekan masa tunggu, tak ada satu pun respons yang mendarat di meja kementerian.

"Karena sampai jam kerja selesai tidak ada respons dari Meta, sehingga kami memanggil Meta untuk bisa hadir secara fisik di tempat kami untuk memberikan penjelasan langsung kepada pemerintah," tegas Alexander.

Salah Algoritma atau Keamanan Ketat?

Kepanikan pengguna WhatsApp belakangan lantaran aplikasi menampilkan layar peringatan bahwa akun berstatus dalam peninjauan, mendorong pemerintah turun tangan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |