jateng.jpnn.com, BANYUMAS - Banjir lumpur yang terjadi di kawasan kaki Gunung Slamet berdampak serius terhadap layanan air bersih di Kabupaten Banyumas.
Sejumlah sumber mata air terdampak, menyebabkan pelayanan Perumdam Tirta Satria sempat terganggu di beberapa wilayah.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumdam Tirta Satria Banyumas Wipi Supriyanto mengatakan banjir lumpur yang terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari membuat material lumpur masuk ke sistem penangkap air (brown capturing).
“Beberapa sumber mata air di kaki Gunung Slamet terdampak banjir lumpur. Air bercampur material lumpur masuk ke sistem kami dan otomatis memengaruhi proses pengolahan serta pelayanan kepada pelanggan,” kata Wipi di Purwokerto, Selasa.
Akibat kondisi tersebut, Perumdam Tirta Satria terpaksa melakukan pembuangan lumpur dan air keruh di jaringan distribusi. Dampaknya, aliran air ke pelanggan sempat tidak normal.
Menurut Wipi, kondisi sebenarnya sempat membaik dan air kembali jernih. Namun hujan susulan kembali memicu banjir lumpur, sehingga gangguan kembali terjadi.
“Sudah mulai membaik, tetapi sore kemarin datang lumpur lagi karena banjir susulan di wilayah Gunung Slamet,” ujarnya.
Tak hanya itu, sejumlah sumber air juga mengalami penyumbatan lumpur sehingga debit air menurun. Kondisi ini terutama dirasakan pelanggan di wilayah selatan Banyumas.


















.jpeg)






















