jatim.jpnn.com, SURABAYA - Yayasan Manarul Ilmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (YMI ITS) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) tidak hanya menyalurkan bantuan darurat bagi korban banjir di Aceh Tamiang dan sekitarnya, tetapi juga mendorong penguatan mitigasi serta pemulihan jangka panjang pascabencana.
Langkah tersebut dilakukan menyusul potensi bencana hidrometeorologi yang dinilai semakin berulang setiap tahun.
Sekretaris Jenderal YMI ITS Arief Wisnu Cahyono mengatakan kolaborasi lintas elemen ITS dilakukan agar penanganan bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga tahap rekonstruksi dan pengurangan risiko bencana.
“Bantuan tidak boleh bersifat sporadis. Pemulihan pascabencana adalah proses panjang, sehingga dibutuhkan kolaborasi dan perencanaan matang agar dampaknya berkelanjutan,” ujar Wisnu, Senin (5/1).
Dia menjelaskan salah satu capaian dalam fase pemulihan adalah rampungnya renovasi Masjid An-Nur di Aceh Tamiang yang sebelumnya terdampak cukup parah akibat banjir. Saat ini, masjid tersebut telah kembali digunakan oleh masyarakat.
Wisnu menambahkan YMI ITS yang berakar dari sivitas akademika ITS diarahkan sebagai wadah penyaluran amal alumni dan sivitas kampus. Untuk bencana banjir di Sumatera, termasuk Aceh, penggalangan dana dilakukan secara masif karena dampaknya cukup luas.
“Ke depan, fokus program kami mencakup perbaikan masjid, penyediaan air bersih dan air minum, serta bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa sekolah dasar,” katanya.
Dalam pengiriman bantuan lanjutan, ITS juga menyiapkan infrastruktur pengolahan air bersih berupa mobile water treatment yang mampu mengolah air berlumpur agar layak digunakan dan diminum. Teknologi ini dirancang agar lebih andal dan mudah dioperasikan di daerah terdampak bencana.












































