bali.jpnn.com, DENPASAR - Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali kembali melayani rute domestik yang sebelumnya ditutup karena terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebelumnya, selama dua hari sejak Minggu (6/9) lalu, setidaknya 108 penerbangan dengan 13 ribu calon penumpang terdampak erupsi gunung di Selat Sunda itu.
Masing-masing untuk rute Denpasar ke Bandara Soetta (CGK), Perdanakusuma (HLP) dan Husein Sastranegara Bandung (BDO).
“Kami menyampaikan mulai Selasa (8/9) dini hari, operasional penerbangan di Bandara Bali untuk rute Tangerang, Jakarta dan Bandung kembali beroperasi secara normal,” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati dilansir dari Antara.
Pembukaan operasional bandara tersebut berdasar tiga dokumen Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia.
Masing-masing dengan nomor A3395/26 NOTAMR A3387/26, A3396/26 NOTAMR A3386/26, dan C1123/26 NOTAMR C1116/26.
NOTAM tersebut mengatur perihal pembukaan kembali aerodrome dan pengoperasian kembali operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta pada 8 September 2026 pukul 00.30 WIB.
Kemudian Bandara Halim Perdanakusuma nomor pada 8 September 2026 pukul 00.40 WIB, dan Bandara Husein Sastranegara pada 8 September 2026 pukul 00.42 WIB.













































