jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjajal langsung menjadi guru untuk memahami tantangan pendidik dalam menghadapi siswa generasi Z yang makin melek teknologi.
Aries mengaku pengalaman tersebut membuatnya makin memahami bahwa menjadi guru bukan pekerjaan mudah. Pendidik dituntut mampu menciptakan suasana belajar yang menarik agar siswa tetap fokus dan memahami materi yang disampaikan.
"Ternyata menjadi guru itu tidak mudah seperti apa yang kita bayangkan. Kita berproses di dalam kelas, bagaimana murid-murid kita bisa tertarik dengan apa yang kita sampaikan," ungkap Aries seusai mengajar di SMAN 4 Surabaya, Selasa (22/9).
Menurut dia, guru harus memiliki daya tarik tersendiri ketika menyampaikan materi. Dalam satu hingga dua jam pelajaran, guru dituntut mampu memberikan pengalaman belajar yang membuat siswa memahami materi.
Karena itu, Aries sengaja mencoba mengambil peran sebagai guru untuk melihat secara langsung suasana pembelajaran dari dalam kelas.
"Saya hari ini mencoba menjadi guru sebagai seorang kepala dinas untuk bisa memahami tugas pokok dan fungsi guru di dalam kelas dan bagaimana suasana kelas yang sebenarnya," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aries juga berdialog langsung dengan siswa mengenai metode pembelajaran yang mereka inginkan. Dari komunikasi tersebut, dia mendapatkan jawaban bahwa siswa membutuhkan pembelajaran yang lebih interaktif dan visual.
"Mereka mengatakan kami butuh pembelajaran yang interaktif. Karena kami adalah generasi Gen Z yang visual," tutur Aries.













































