papua.jpnn.com, JAYAPURA - Anggota DPR RI Robert J. Kardinal menyampaikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda Papua dapat dimulai hanya dengan alokasi anggaran sebesar Rp 9,4 triliun.
Menurut Robert, dana tersebut cukup untuk mengoperasikan 3.772 sekolah dasar (SD) di seluruh Papua dengan pola sekolah sepanjang hari (SSH), sebuah model pendidikan yang diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter, kecakapan akademik, dan kualitas hidup anak-anak Papua.
"Kalau misalnya Presiden Prabowo sungguh ingin mengangkat kualitas SDM Papua, cukup alokasikan Rp9,4 triliun. Itu sudah bisa menjalankan ribuan SD di Papua dengan sistem sekolah sepanjang hari," kata Robert dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Robert mengatakan SSH merupakan model pendidikan yang menempatkan siswa belajar dari pagi hingga sore untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, karakter, dan interaksi.
Selain bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Papua, juga untuk mengatasi persoalan stunting melalui penyediaan makanan bergizi di Papua.
"Selama pembelajaran, anak-anak juga akan mendapat makan tiga kali sehari, yakni sarapan pagi, makan siang, dan sore," ujarnya.
Sejatinya, kata dia, SSH sudah berlangsung di beberapa wilayah di Papua. Dalam penerapannya, SSH berlangsung mulai pukul 06.00 diawali sarapan pagi, kemudian aktivitas belajar hingga pukul 13.00, dilanjutkan istirahat makan siang.
Selanjutnya, kegiatan ekstrakurikuler serta tambahan pembelajaran pada sore hari hingga pukul 17.00 dan makan sore.


















.jpeg)






















