Abdul Rahman Farisi Sampaikan Kritik Terhadap Cornelis, Ini Sebabnya

2 days ago 27

Abdul Rahman Farisi Sampaikan Kritik Terhadap Cornelis, Ini Sebabnya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Abdul Rahman Farisi. Foto: Dok. Pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menyampaikan kritik keras terhadap pernyataan anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDIP, Cornelis, yang mempertanyakan peningkatan lifting minyak nasional.

Dia menilai argumentasi yang dibangun Cornelis menunjukkan pemahaman yang keliru dan tidak komprehensif terhadap mekanisme produksi migas.

Polemik tersebut mencuat dalam rapat DPR RI pada 11 Februari 2026. Dalam forum tersebut, Cornelis merujuk pada pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menyampaikan peningkatan signifikan lifting migas biasanya terjadi apabila ada penemuan atau penambahan sumur baru.

Pernyataan itu kemudian dijadikan dasar untuk meragukan klaim peningkatan lifting yang disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Oleh sebab itu, Abdul Rahman Farisi menilai cara berpikir seperti itu menyederhanakan persoalan teknis di sektor hulu migas.

“Saya melihat argumentasi Pak Cornelis soal lifting menjadi bukti pendapat yang minus literasi atau sengaja memaksakan diri untuk membangun narasi bahwa Menteri Bahlil berbohong. Data lifting sudah dirilis secara resmi. Jangan hanya mengambil potongan pernyataan lalu digeneralisasi,” ungkap Abdul Rahman dalam keterangan resmi, Rabu (11/2).

Mantan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin itu menegaskan bahwa menyimpulkan lifting tidak mungkin naik tanpa sumur baru adalah pemahaman yang tidak utuh.

"Dalam praktik industri migas, peningkatan lifting bisa dicapai melalui berbagai langkah teknis," tegasnya.

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, menyampaikan kritik keras terhadap pernyataan anggota Komisi XII DPR RI...

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |