jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sebanyak lima pelajar di Surabaya terjaring razia Satpol PP, Rabu (28/1). Mereka diamankan karena diduga membolos sekolah dan menghabiskan waktu di warung kopi.
Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya Mudita Dhira Widaksa menjelaskan penindakan ini dilakukan setelah adanya keluhan warga yang merasa terganggu dengan aktivitas para pelajar di kawasan Surabaya Selatan.
“Setelah menerima laporan masyarakat, petugas melakukan pemantauan. Saat dilakukan pengecekan, ditemukan lima pelajar masih mengenakan seragam sekolah sedang berada di warung kopi pada jam belajar,” kata Mudita.
Setelah diamankan, mereka didata dan diberikan pembinaan. Satpol PP juga berkoordinasi dengan orang tua dan pihak sekolah agar proses pembinaan berjalan secara menyeluruh.
“Kami tidak sekadar menertibkan, tetapi juga membina. Orang tua dan sekolah kami libatkan agar ada pengawasan bersama,” jelasnya.
Sebagai bentuk pembelajaran sosial, para pelajar tersebut menjalani pembinaan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih.
Di lokasi tersebut, mereka dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial seperti membantu perawatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), membersihkan lingkungan, hingga mendukung distribusi makanan.
“Pembinaan ini diharapkan memberi efek jera sekaligus menumbuhkan empati. Mereka diajak melihat langsung realitas sosial agar lebih menghargai waktu dan pentingnya pendidikan,” ujar Mudita.













.jpeg)




























