jabar.jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama tim gabungan telah menyalurkan sebanyak 8,7 juta liter air bersih untuk menanggulangi krisis air akibat musim kemarau yang melanda 23 kabupaten/kota hingga pertengahan Agustus 2026.
Pendistribusian air bersih tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan sumber air.
Hingga saat ini, sedikitnya 450.383 jiwa atau 140.765 kepala keluarga (KK) di 153 kecamatan dan 334 desa/kelurahan di Jawa Barat terdampak kondisi tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Teten Ali mengatakan, tiga wilayah di bagian utara dan kawasan penyangga ibu kota menjadi daerah dengan distribusi air bersih terbanyak.
"Kabupaten Bekasi mendapat distribusi terbanyak yakni 3,8 juta liter untuk 44.892 warga di sembilan kecamatan, disusul Kabupaten Bogor sebanyak 1,5 juta liter bagi 170.892 warga di 30 kecamatan, dan Kabupaten Karawang sebesar 595.000 liter untuk 27.553 warga di lima kecamatan," kata Teten.
Menurut Teten, percepatan penyaluran bantuan air bersih merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Operasi tersebut melibatkan BPBD kabupaten/kota, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Palang Merah Indonesia (PMI), perusahaan daerah air minum (PDAM), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Komando Distrik Militer (Kodim), komunitas masyarakat, hingga dunia usaha.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Untuk memperlancar pengiriman pasokan ke wilayah yang sulit dijangkau, BPBD Jawa Barat juga mengerahkan armada mobil tangki tambahan.







.jpeg)





























