jpnn.com, JAKARTA - Semangat Advokasi Indonesia (SAI) menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak seharusnya mudah mengizinkan pengalihan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Ketua SAI Ali Yusuf mengatakan KPK sebagai lembaga khusus pemberantasan korupsi harus bertindak tegas dan konsisten dalam penegakan hukum. “Sebagai lembaga khusus, harusnya bertindak khusus dalam penindakan dan pencegahan korupsi,” kata Ali Yusuf dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia juga menilai kebijakan pengalihan penahanan harus diterapkan secara adil kepada seluruh tahanan. Menurutnya, KPK tidak boleh memberikan perlakuan berbeda kepada tersangka tertentu. “Jika memang ada kebijakan pengalihan tahanan, maka tawarkan kepada tahanan lain. KPK jangan pilih kasih dalam memperlakukan tahanan,” ujarnya.
Ali menduga kebijakan pengalihan penahanan yang hanya diberikan kepada Yaqut berpotensi dipengaruhi oleh pihak internal KPK. Ia meminta agar proses pengambilan keputusan tersebut diperiksa secara transparan. “Perlu dicek siapa pimpinan yang menandatangani izin penahanan tersangka korupsi menjadi di rumah. Apakah Dewas KPK juga mengizinkan? Karena baru kali ini ada tersangka korupsi sudah ditahan dan bisa kembali ke rumahnya,” katanya.
Sebelumnya, informasi mengenai tidak terlihatnya Yaqut di rumah tahanan negara disampaikan oleh Silvia Rinita Harefa, istri dari terdakwa kasus dugaan pemerasan sekaligus mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan, usai menjenguk suaminya.
“Tadi sih sempat enggak lihat Gus Yaqut ya. Infonya sih, katanya keluar Kamis malam,” kata Silvia kepada jurnalis pada Sabtu (21/3).
Ia juga mengaku mendapat informasi bahwa Yaqut tidak terlihat saat pelaksanaan salat Idul Fitri. “Kata orang-orang di dalam ya, enggak ada. Beliau enggak ada,” ujarnya.
Silvia menyebut informasi tersebut diketahui oleh para tahanan lain di rutan. “Semuanya pada tahu mengenai itu. Cuma mereka bertanya-tanya saja. Katanya ada pemeriksaan, tetapi kan enggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada pemeriksaan gitu kan. Sampai hari ini pun enggak ada,” katanya.




















.jpeg)





















