Waspada, Kasus DBD di Jakarta Meningkat

8 hours ago 28

Waspada, Kasus DBD di Jakarta Meningkat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

ilustrasi pemeriksaan jentik nyamuk. Foto: Humas Kota Jaksel

jpnn.com, JAKARTA - Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta meningkat pada awal tahun 2026 yakni 83 kasus pada minggu pertama, dari semula 69 kasus pada minggu ke-53 tahun 2025.

Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyampaikan bahwa kenaikan DBD tersebut belum setinggi apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Januari 2025.

Adapun jumlah kasus DBD di wilayah DKI pada tahun 2026 hingga 19 Januari, tercatat sebanyak 143 kasus.

“Data tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terutama di tengah kondisi musim hujan yang masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan risiko penularan DBD,” ujar dia dikutip Minggu (25/1).

Ani mengingatkan faktor risiko peningkatan kasus DBD saat musim hujan antara lain sampah yang tidak dikelola serta tanaman hias tertentu yang dapat menampung air, ditambah dengan tingginya curah hujan, mengakibatkan banyaknya tempat-tempat penampungan air yang terbentuk.

“Kondisi tersebut dapat menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti sehingga meningkatkan populasi nyamuk dan risiko penularan DBD di masyarakat,” katanya.

Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta bersama Puskesmas terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran DBD. Di antaranya melakukan sosialisasi tentang pentingnya pelaksanaan PSN 3M.

PSN 3M meliputi Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang tempat-tempat yang dapat menampung air, baik melalui media sosial maupun secara langsung kepada masyarakat.

Tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta meningkat pada awal tahun 2026 yakni 83 kasus pada minggu pertama

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |