jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyoroti krisis energi global dalam diskusi daring bertema Tantangan Darurat Energi Global Pascakonflik AS-Israel dan Iran yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (1/4).
Diskusi yang dimoderatori Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR Arimbi Heroepoetri itu menghadirkan tiga narasumber, yakni Wakil Ketua Komisi XII DPR Sugeng Suparwoto, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Harris, dan CEO Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa.
Lestari mengatakan mitigasi potensi krisis energi yang tepat di tengah memburuknya kondisi ekonomi global sangat penting untuk dilakukan sebagai bagian upaya melindungi setiap warga negara.
"Upaya melindungi masyarakat dari ancaman dampak krisis energi global harus ditingkatkan dengan kebijakan yang tepat," kata Lestari.
Rerie yang akrab disapa itu menekankan kebijakan yang realistis berdasarkan mitigasi yang tepat diperlukan untuk meminimalisir kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak krisis energi yang terjadi.
"Krisis energi akan memberikan dampak berantai pada semua sektor. Pemerintah harus punya skema mitigasi tepat dan komunikasi yang jelas terkait kebijakan energi kepada publik," tegas Rerie.
Dalam jangka panjang, anggota Komisi X DPR itu mendorong pemerintah untuk mempercepat program diversifikasi energi.
Menurut Rerie, ketergantungan pada energi fosil membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga energi global.









































