jpnn.com, JAKARTA - Video Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto di dalam LRT menjadi perhatian publik.
Dalam video yang beredar di media sosial, Teddy terlihat meminta seorang pejabat LRT berpindah posisi di dalam gerbong.
Momen tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa Teddy mengusir pejabat LRT dari gerbong yang ditumpangi Presiden Prabowo.
Namun, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai anggapan tersebut tidak tepat.
Menurut Dedi, tindakan Teddy lebih merupakan pengaturan situasi di dalam gerbong agar tersedia ruang bagi Presiden Prabowo dan penumpang penyandang disabilitas.
"Memindahkan posisi agar ada ruang bagi Pak Prabowo dan juga salah satu penumpang yang disabilitas itu, Prof. Itu kan tindakan-tindakan momentum, bukan tindakan formal, bukan disposisi," kata Dedi, Kamis (18/9).
Dia mengatakan video yang beredar hanya memperlihatkan sebagian kecil dari situasi yang terjadi sehingga mudah menimbulkan penafsiran berbeda.
"Publik hanya akan melihat apa yang tampak di permukaan secara langsung. Dan kita harus maklum kalau kemudian itu mendapatkan penafsiran yang berbeda dan menimbulkan kesalahpahaman yang tinggi," ujarnya.

















































