Unnes Bawa Kepentingan Kopi dan Rempah Indonesia ke Forum Codex Beijing

2 days ago 33

Rabu, 16 September 2026 – 13:56 WIB

Unnes Bawa Kepentingan Kopi dan Rempah Indonesia ke Forum Codex Beijing - JPNN.com Jateng

Delegasi PUI-PT Pascapanen Kopi dan Rempah (CoSpice) Unnes dalam forum internasional The 57th Session of the Codex Committee on Pesticide Residues (CCPR57) di Beijing, Tiongkok. FOTO: Source for JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Akademisi Universitas Negeri Semarang (Unnes) Eka Yuli Astuti membawa perspektif riset dan kepentingan komoditas kopi serta rempah Indonesia dalam forum internasional The 57th Session of the Codex Committee on Pesticide Residues (CCPR57) di Beijing, Tiongkok, 7-12 September 2026.

Eka yang merupakan Ketua PUI-PT Pascapanen Kopi dan Rempah (CoSpice) Unnes menjadi bagian dari delegasi Republik Indonesia dalam forum yang membahas standar residu pestisida pada pangan dan pakan, termasuk Maximum Residue Limits (MRLs).

Delegasi Indonesia dipimpin Head of Indonesian Delegates Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Joni Munarso. Selain unsur riset dan perguruan tinggi, delegasi juga melibatkan Sigit Ismaryanto yang mewakili kepentingan pelaku usaha sekaligus Dewan Rempah Indonesia.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia menyampaikan kepentingan nasional dalam penyusunan standar keamanan pangan internasional. Bagi komoditas kopi dan rempah, standar residu pestisida memiliki kaitan langsung dengan keberterimaan produk di pasar ekspor.

“CoSpice Unnes menempatkan keterlibatan dalam CCPR bukan sekadar sebagai kehadiran akademik dalam forum internasional, melainkan sebagai bagian dari upaya membawa perspektif penelitian dan pengembangan kopi serta rempah Indonesia ke dalam ekosistem standardisasi pangan global,” ujar Eka, Rabu (16/9).

Salah satu perkembangan yang relevan bagi kopi Indonesia dalam CCPR57 ialah penjajakan untuk memasukkan Isoprocarb dan 2,4-Dichlorophenoxyacetic acid pada komoditas kopi ke dalam priority list 2028.

Indonesia juga mendukung jadwal dan daftar prioritas evaluasi pestisida yang diajukan Joint FAO/WHO Meeting on Pesticide Residues (JMPR) untuk 2027, 2028, dan tahun-tahun berikutnya.

“Bagi industri kopi Indonesia, langkah itu memiliki arti strategis,” katanya.

Akademisi Unnes membawa kepentingan kopi dan rempah Indonesia ke Forum Codex di Beijing, Tiongkok.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |