jpnn.com, JAKARTA - Pelaku usaha travel umrah di Indonesia mulai menyiapkan langkah konkret untuk menghadapi potensi kenaikan biaya perjalanan akibat dinamika global.
Salah satu strategi yang didorong adalah pembentukan konsorsium untuk memperkuat posisi bisnis secara kolektif.
Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi BERPAHALA (Bersama Pengusaha Haramain & Wisata Halal) yang digelar di Bandung, Rabu (22/4).
Ketua Umum BERPAHALA, Semah Wafiah, menyatakan pembentukan konsorsium menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi dan daya tawar pelaku usaha.
“Melalui konsorsium, pengadaan seat pesawat, hotel, dan visa bisa dilakukan bersama sehingga lebih efisien dan kompetitif,” ujarnya.
Selain konsorsium, Rakernas juga membahas pembentukan koperasi asosiasi sebagai penguat ekonomi anggota, serta pengembangan skema pembiayaan untuk membantu jemaah di tengah kenaikan biaya umrah.
Wakil Ketua Umum BERPAHALA, H. Yadi Sukardi menegaskan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan akibat gejolak global.
“Pelaku usaha tidak bisa berjalan sendiri. Dengan kolaborasi, kami bisa menekan biaya dan tetap menjaga keberlangsungan usaha,” katanya.









































