jpnn.com, SEOUL - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono bersama delegasi anggota MPR/DPR RI dan perwakilan Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan melakukan pertemuan diplomasi kebangsaan dengan pimpinan King Sejong Institute Foundation (KSIF) di Korea Selatan.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menyampaikan apresiasi atas peran strategis KSIF dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Korea Selatan ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
KSIF dinilai telah menjadi jembatan penting dalam memperkuat pemahaman lintas budaya dan membuka peluang kolaborasi antarbangsa.
“Kehadiran kami merupakan wujud komitmen untuk terus mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan. Kerja sama internasional seperti ini memiliki dampak besar dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi kedua negara,” ujar Dr. Edhie Baskoro.
Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 286 juta penduduk, 17.000 pulau, 718 bahasa daerah, dan sekitar 1.340 suku bangsa, memiliki kekayaan budaya luar biasa sekaligus tantangan dalam memperluas kerja sama bahasa internasional.
Dalam konteks ini, Indonesia menyambut baik program-program pendidikan bahasa dan budaya yang dijalankan KSIF.
Dalam kesempatan tersebut dia menyampaikan gambaran dukungan pendanaan program kebahasaan dan budaya.
Menurutnya Pemerintah Korea Selatan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk King Sejong Institute Foundation dibandingkan dengan dukungan terhadap program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).









































