jpnn.com, JAMBI - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meninjau langsung lokasi pilot project (percontohan) Program Kampung Bahagia di RT 14, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Rabu (15/4).
Dalam kunjungan tersebut, Wamendagri Bima menekankan pentingnya peran Ketua Rukun Tetangga (RT) sebagai ujung tombak keberhasilan program pemerintah di tingkat paling bawah.
Dalam arahannya, Bima menegaskan efektivitas program sangat ditentukan kapasitas dan keaktifan RT dalam menggerakkan masyarakat.
“Ujung tombak itu Ketua RT. Setiap program, kalau Ketua RT-nya enggak sigap, enggak aktif, enggak akan menang kelurahan itu,” kata Wamendagri Bima.
Dia menilai Program Kampung Bahagia menjadi contoh pendekatan pemberdayaan yang lebih sistematis melalui pembentukan kelompok kerja (pokja) serta penguatan tata kelola di masyarakat.
Menurutnya, langkah Pemerintah Kota Jambi tidak hanya berfokus pada penyaluran anggaran, tetapi juga pada pembangunan sistem dan edukasi, termasuk dalam pengelolaan keuangan yang lebih tertib melalui mekanisme perbankan.
“Harusnya yang seperti ini akan panjang dan bertahan lama karena dirasakan manfaatnya, saya apresiasi. Kampung Bahagia bukan saja bisa diadopsi di Kota/Kabupaten [di] Jambi, tapi juga di seluruh Indonesia,” sambungnya.
Lebih lanjut, Wamendagri Bima menekankan pentingnya pengukuran berbasis data sebelum dan sesudah program berjalan guna memastikan dampak nyata di masyarakat.








































