jpnn.com, JAKARTA - Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9), ini menerima warga Jambi yang melaporkan konflik agraria menahun di Sungai Bungur, Kabupaten Muaro, Jambi.
Wakil Ketua BAM DPR RI Adian Napitupulu menjadi satu di antara legislator yang menerima konflik agraria yang berlarut-larut selama 25 tahun itu.
Diketahui, konflik tersebut memicu rencana aksi nyata dari parlemen untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.
Adian menyatakan pihak legislatif tidak akan tinggal diam melihat persoalan yang berlarut-larut dan merugikan masyarakat kecil.
"Kasus ini sudah berjalan seperempat abad tanpa penyelesaian yang berpihak pada keadilan rakyat," kata legislator Komisi X DPR RI itu.
Adian mengatakan fokus utama DPR dari konflik agraria di Sungai Bungur ialah dugaan kuat tumpang tindih penyerobotan lahan atau land reform seluas 1.500 hektare oleh perusahaan kelapa sawit swasta.
"Lahan seluas 1.500 hektar yang seharusnya diperuntukkan bagi program land reform untuk kesejahteraan masyarakat, negara harus bertanggung jawab atas keputusan-keputusannya terhadap rakyat," ujar legislator fraksi PDI Perjuangan itu.
BAM DPR RI, kata dia, berkomitmen mengawal aspirasi warga Sungai Bungur dan akan terjun langsung ke Jambi.
















































