jateng.jpnn.com, KLATEN - Kementerian Kebudayaan RI mendorong revitalisasi Kompleks Percandian Candi Plaosan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak berhenti pada upaya pelestarian bangunan bersejarah. Kawasan tersebut juga diarahkan menjadi destinasi wisata edukatif sekaligus penggerak ekonomi budaya masyarakat.
Langkah tersebut ditandai dengan prosesi simbolis peletakan batu penutup cungkup Candi Perwara Deret 1 Nomor 2 di Kompleks Percandian Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Rabu (9/9).
Prosesi itu menandai penyelesaian tahap awal pemugaran salah satu dari lima candi perwara yang direvitalisasi melalui kemitraan strategis antara Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya (MCB) dengan Djarum Foundation.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan pelestarian kebudayaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran swasta dan masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga warisan budaya bangsa.
"Tanggung jawab pemajuan kebudayaan itu bukan hanya berada di pundak pemerintah, dari pusat sampai ke desa, melainkan juga peran swasta dan individu yang memiliki kepedulian filantropis," kata Menteri Kebudayaan.
Menurut dia, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha dapat mengambil peran dalam pelestarian warisan peradaban Indonesia.
Lebih jauh, pemerintah ingin mengubah cara pandang terhadap kebudayaan. Situs bersejarah tidak hanya dipandang sebagai objek yang membutuhkan anggaran, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara tepat tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.
"Kebudayaan ini bukan cost center atau beban anggaran. Justru kebudayaan adalah the new engine of economic growth, motor baru pertumbuhan ekonomi," tegasnya.













































