jpnn.com, BANDUNG BARAT - Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Goes to School untuk membentuk Generasi Emas 2045 dan menekan angka stunting di wilayah Jawa Barat.
Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Falah Cihampelas ini menjadi upaya pemerintah dalam mengedukasi anak-anak akan pentingnya gizi bagi pertumbuhan, sekaligus pengenalan Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026, yang bertepatan diluncurkan pada hari yang sama oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
“Program ini bertujuan mulia untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kita semua tentang betapa pentingnya pemenuhan hak anak atas gizi yang seimbang," ujar Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Bayu Rakhmana.
Mewujudkan Generasi Emas tidak hanya dalam aspek fisik melalui gizi yang cukup. Pemerintah juga berkomitmen menjaga kesehatan mental anak melalui pembatasan media sosial bagi anak.
Satu tahun pasca-ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik (PSE) Dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), Kemkomdigi mengambil satu langkah penting untuk masa depan anak-anak Indonesia.
Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala menyampaikan langkah-langkah yang telah ditempuh BGN untuk memberikan akses MBG kepada anak di seluruh Indonesia, termasuk Bandung Barat.
“MBG bertujuan untuk memastikan setiap anak sekolah mendapatkan asupan protein dan vitamin yang memadai untuk menunjang pertumbuhan fisik serta kecerdasan kognitif mereka. Menu yang disajikan telah melalui standarisasi ahli gizi dengan memanfaatkan komoditas keanekaragaman hayati," terangnya.
Acara MBG Goes to School diramaikan dengan lomba memasak yang diikuti oleh santri Darul Falah. Melalui lomba ini, para santri ditantang untuk berkreasi memasak makanan bergizi dengan bahan sederhana.(chi/jpnn)





.jpeg)




































