jpnn.com, JAKARTA - Program Baznas Microfinance Majelis Taklim (BMMT) diluncurkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui pemberdayaan perempuan di majelis taklim.
Peluncuran program tersebut dilakukan bersama organisasi perempuan, yakni Muslimat NU, Aisyiyah, dan Fatayat NU, sebagai mitra strategis dalam implementasi di lapangan.
Wakil Ketua Baznas Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang lebih produktif.
Menurutnya, BMMT tidak sekadar program administratif, tetapi menjadi langkah strategis untuk menghadirkan akses pembiayaan berbasis syariah bagi masyarakat.
“Program ini menjadi ikhtiar untuk memberikan akses modal yang sesuai syariat dan menjauhkan masyarakat dari praktik pinjaman yang merugikan,” ujar Zainut, di Jakarta, Jumat (30/4).
Dia menjelaskan, selama ini masyarakat kecil kerap menghadapi keterbatasan akses permodalan sehingga berisiko terjerat pinjaman online maupun rentenir.
Melalui program ini, Baznasmenyediakan pembiayaan tanpa bunga yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha produktif di kalangan anggota majelis taklim.
Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BaznasRI, Imdadun Rahmat, menyebutkan program BMMT telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia.









































