jateng.jpnn.com, KENDAL - Hasil olahan rumput laut makin ke sini kian inovatif dan berkembang. Kali ini Universitas PGRI Semarang mendampingi masyarakat pengolah rumput laut diterapkan di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Pemanfaatan teknologi pengolahan menjadi titik yang dipilih untuk meningkatkan nilai tambah komoditas rumput laut, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk yang bernilai ekonomi tinggi.
Pengabdian Masyarakat tim dosen UPGRIS ini bertema "Pemberdayaan Masyarakat Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal melalui Teknologi Pengolahan Rumput Laut."
Tim dosen terdiri dari Agus Mukhtar, selaku ketua, dengan anggota Ibnu Toto Husodo, serta Hisyam Ma’mun.
“Tim bekerja sama dengan pemerintah desa, kelompok usaha masyarakat, dan pelaku UMKM di Desa Mororejo untuk mengembangkan inovasi pengolahan rumput laut yang lebih modern, higienis, dan berdaya saing,” kata Agus Mukhtar, Minggu (5/7).
Menurutnya, Desa Mororejo memiliki potensi sumber daya rumput laut yang cukup melimpah. Namun demikian, pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk bahan baku dengan nilai jual yang relatif rendah.
Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan teknologi tepat guna agar masyarakat mampu mengolah rumput laut menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai tambah, kualitas yang lebih baik, serta peluang pasar yang lebih luas.
Melalui program pengabdian ini, tim memberikan pendampingan berupa pelatihan teknologi pengolahan rumput laut. “Mulai dari proses pemilihan bahan baku, pencucian, pengeringan, pengolahan menjadi produk pangan maupun produk turunan lainnya, hingga teknik pengemasan yang memenuhi standar keamanan pangan,” ujarnya.




































