jogja.jpnn.com, SLEMAN - Tren positif PSS Sleman yang sempat terjaga dalam empat laga beruntun di putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026 akhirnya terhenti. Kekalahan tipis saat bertandang ke markas Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, memaksa Laskar Sembada segera berbenah.
Mengingat persaingan di papan atas yang kian sengit, skuad asuhan Pelatih Ansyari Lubis itu tidak memiliki waktu untuk larut dalam kekecewaan.
Direktur Teknik PSS Sleman Pieter Huistra mengakui adanya dampak psikologis pascakekalahan tersebut.
Namun, ia memastikan PSS Sleman telah mengalihkan fokus sepenuhnya untuk mengamankan takhta klasemen hingga akhir musim.
“Secara mental tim memang sedikit menurun, tetapi kami tidak punya waktu untuk larut. Kami harus segera bangkit karena tiga laga besar sudah menanti. Seluruh elemen klub harus siap menghadapi tantangan ke depan,” tegas Huistra seusai memimpin sesi latihan di Lapangan Pakembinangun, Selasa (14/4).
Kekalahan di Banjarmasin dinilai cukup menyesakkan. Menurut Huistra, PSS sebenarnya tampil solid sepanjang laga dan mampu mengimbangi permainan tuan rumah.
Sayangnya, satu kelengahan di barisan pertahanan berhasil dimanfaatkan Laskar Antasari untuk mengunci poin penuh.
“Barito selalu kuat dalam bertahan dan tidak mudah kebobolan. Kami sebenarnya tampil solid, tetapi satu kesalahan berhasil mereka manfaatkan. Meski seharusnya hal itu tidak terjadi, kami harus menerimanya. Sisi positifnya, kami masih berada di puncak klasemen,” lanjutnya.





































