jpnn.com, BANDUNG - Virus Influenza A tipe H3N2 atau dikenal sebagai Super Flu terdeteksi telah memasuki wilayah Jawa Barat.
Varian baru itu memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala yang lebih berat.
Kendati demikian, kalangan medis menegaskan masyarakat tidak perlu panik selama langkah pencegahan dilakukan dengan disiplin.
Direktu Medik dan Keperawatan RSUP Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dr Iwan Abdul Rachman mengatakan istilah Super Flu bukan vokabuler baku dalam dunia kedokteran.
Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan Influenza musiman yang menimbulkan gejala lebih berat dan menyebar cepat dari flu biasa.
"Karena ini bisa merupakan kombinasi dari beberapa jenis virus," kata Iwan di RSHS Bandung, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, penularan influenza terjadi melalui droplet atau percikan cairan dari saluran pernapasan. Karena itu, risiko meningkatnya penyebaran penyakit salah satunya dipengaruhi kepadatan penduduk dan tingginya mobilitas warga.
"Kalau dikaitkan dengan kepadatan jumlah penduduk, tentu risiko semakin tinggi pada di lingkungan yang padat penduduknya. Nah mobilitas juga tentu mempercepat penyebarannya," ujarnya.














































