jpnn.com, JAKARTA - Veda Praxis bersama DIGITS Universitas Padjadjaran merilis studi Manajemen Risiko Bisnis 2026 yang menekankan pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi ketidakpastian global.
Studi tersebut mengulas dinamika risiko strategis serta tingkat kematangan pengelolaan risiko di berbagai sektor di Indonesia.
Studi bertajuk Manajemen Risiko Bisnis Tahun 2026: Dinamika, Strategi, dan Resiliensi Organisasi di Tengah Ketidakpastian ini mengidentifikasi pengaruh ketidakpastian geopolitik, tekanan ekonomi global, dan disrupsi teknologi terhadap arah kebijakan dan kepemimpinan organisasi.
CEO & Partner Veda Praxis, Syahraki Syahrir, menegaskan bahwa kemampuan mengelola risiko menjadi faktor penentu keberlanjutan organisasi.
“Masa depan organisasi tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, tetapi oleh seberapa dewasa kita mengelola risiko, membangun tata kelola, dan menjaga kepercayaan,” ujar Syahraki, dalam keterangannya, Jumat (30/1).
Sebagai bagian dari diseminasi hasil riset, Veda Praxis dan DIGITS Unpad menggelar webinar bertajuk Future-Proofing Organizations: Risk Outlook 2026 pada 28 Januari 2026.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah praktisi dan akademisi untuk membahas strategi penguatan manajemen risiko lintas sektor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan makroekonomi dan ketidakstabilan global menjadi risiko utama bagi organisasi.












































