jpnn.com - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menyebut gelombang penolakan terhadap keputusan Indonesia masuk Board of Peace (BoP) sebagai akibat kurangnya komunikasi publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait kebijakan tersebut.
Diketahui, beberapa organisasi keagamaan hingga eks Wamenlu sempat menyatakan sikap menolak keterlibatan Indonesia di BoP.
"Tanpa adanya komunikasi bisa jadi menyebabkan muncul reaksi yang menolak keputusan Indonesia masuk Board of Peace," kata Jamiluddin melalui layanan pesan, Rabu (4/2).
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu meyakini kajian terhadap masuknya Indonesia ke BoP dilakukan matang.
Namun, dia melihat komunikasi publik soal kajian itu tidak disampaikan secara cepat dan tepat ke masyarakat.
"Akibatnya berbagai lapisan masyarakat tidak memahami mengapa keputusan tersebut diambil," ujar Jamiluddin.
Dia mengatakan pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan mantan menlu dan wamenlu sebenarnya upaya menyampaikan komunikasi terkait keputusan Indonesia merapat ke BoP.
"Setidaknya bisa jadi akan ada kesepahaman terkait Indonesia masuk Board of Peace," ungkap Jamiluddin.












































