jatim.jpnn.com, SURABAYA - Proses pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 hingga hari kelima terpantau berjalan lancar tanpa antrean panjang di sekolah-sekolah.
Salah satunya terlihat di SMAN 2 Surabaya yang tetap kondusif saat melayani verifikasi dan validasi berkas calon peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan hingga Senin (1/6) pihaknya belum menerima laporan adanya antrean pengajuan PIN dari sekolah-sekolah di Jawa Timur.
Namun, Aries memprediksi jumlah pemohon akan meningkat mulai Selasa (2/6) setelah Surat Keterangan Lulus (SKL) diterbitkan sekolah asal.
"Alhamdulillah pengambilan PIN lancar hingga hari ini, tidak ada laporan antrean dari sekolah se-Jawa Timur. Saya memprediksi mulai besok akan ramai yang mengajukan," kata Aries.
Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiapkan sebanyak 1.495.200 PIN untuk pelaksanaan SPMB tahun ini. Hingga hari kelima pelaksanaan, tercatat 117.323 pengajuan PIN telah masuk untuk diverifikasi dan divalidasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 90.963 siswa telah mendapatkan PIN.
Aries juga mengingatkan masyarakat agar memahami ketentuan penggunaan Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Domisili (SKD) dalam proses pendaftaran. Menurut dia, terdapat empat kategori status KK yang berlaku dalam sistem SPMB.
Pertama, KK murni yang dapat digunakan pada seluruh jalur pendaftaran. Kedua, SKD bencana alam atau sosial yang juga bisa digunakan pada semua jalur. Ketiga, SKD pondok pesantren atau yayasan yang tetap dapat digunakan pada seluruh jalur.



































