Sore Ini Rupiah Melemah, Terdampak Gejolak Geopolitik Global

2 hours ago 14

Sore Ini Rupiah Melemah, Terdampak Gejolak Geopolitik Global

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis bergerak melemah 19 poin atau 0,11 persen. Foto/Ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis bergerak melemah 19 poin atau 0,11 persen.

Rupiah berada di level Rp 17.744 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.725 per USD.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengungkapkan pelemahan rupiah dipengaruhi indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE, Pengeluaran Konsumsi Pribadi) AS yang sesuai konsensus pasar.

"Secara bulanan, Indeks Harga PCE dan Indeks Harga PCE inti keduanya naik sebesar 0,2 persen pada bulan Juli," ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Laporan ini muncul setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI)) dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) bulan Juli yang relatif moderat.

Fokus pasar hari ini adalah rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada hari Jumat (28/6/2026).

Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah turut dipengaruhi potensi pembukaan kembali Selat Hormuz seiring pembicaraan antara Iran dan Qatar, sehingga dapat mengurangi gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah.

Hal ini menyusul pernyataan Garda Revolusi Iran bahwa kedua negara telah menyepakati pembagian akses serta pendapatan dari jalur perairan yang menghubungkan negara-negara produsen minyak utama di kawasan Teluk dengan pasar dunia tersebut.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis bergerak melemah 19 poin atau 0,11 persen.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |