jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus menyoroti sisi pengawasan internal dan penerapan teknologi demi mengefektifkan penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Hal demikian dikatakan Deddy demi menyikapi rencana pemerintah menerapkan WFH bagi ASN demi menghemat energi yang terimbas konflik Timur Tengah (Timteng).
"Efektif atau tidaknya WFH sangat tergantung pada ada tidaknya mekanisme pengawasan internal dan teknologi," kata Deddy melalui layanan pesan, Kamis (26/3).
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu menyebut tanpa pengawasan dan penerapan teknologi membuat kebijakan WFH tak mencapai tujuan, yakni efektivitas kerja dan efisiensi energi.
Deddy menilai setiap ASN yang WFH harus memiliki teknologi untuk kepentingan pengawasan selama jam kerja.
"Setiap ASN yang melakukan WFH harus terhubung melalui komputer selama jam kerja agar dapat diawasi dan produktifitas kerja tidak terganggu," ujarnya.
Namun, Ketua DPP PDI Perjuangan itu mempertanyakan kemungkinan seluruh ASN memiliki komputer dan jaringan internet selama WFH di jam kerja.
Menurut Deddy, tanpa komputer dan jaringan internet membuat pengawasan ASN selama WFH sulit dilakukan.











































