Rencana WFH 1 Hari dalam Sepekan, Jangan Ambil Kebijakan Tanpa Analisis

4 hours ago 19

Rencana WFH 1 Hari dalam Sepekan, Jangan Ambil Kebijakan Tanpa Analisis

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

WFH akan kembali diberlakukan. Ilustrasi pekerja kantoran: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi II Giri Ramanda Nazaputra Kiemas meminta pemerintah bisa melakukan kajian mendalam dari wacana penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama sehari dalam sepekan untuk karyawan swasta dan negeri.

Terutama, kata dia, kebijakan tersebut sejalan dengan rencana penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan tetap menjaga produktivitas. 

"Diingatkan untuk tidak mengambil kebijakan yang tidak dianalisis terlebih dahulu," kata Giri melalui layanan pesan, Rabu (25/3).

Namun, legislator fraksi PDI Perjuangan itu mengingatkan ada beberapa pekerjaan yang karyawannya tidak bisa diterapkan WFH atau work from anywhere (WFA). 

"Maka dari itu ketika kebijakan ini diterapkan agar senantiasa dievaluasi, sehingga keadaan penghematan yang diinginkan sebanding dengan produktivitas yang mungkin turun dengan kebijakan ini," ujar Giri.

Dia juga mengingatkan perlunya evaluasi berkala apabila pemerintah benar-benar mewujudkan penerapan WFH sehari dalam sepekan 

"Evaluasi harus berkala, agar jangan mengorbankan produktivitas nasional untuk penghematan BBM yang akan membuat ekonomi mandek," kata Giri.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah tengah menyiapkan skema kerja fleksibel berupa WFH sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak.

Anggota Komisi II Giri Kiemas mengingatkan evaluasi berkala apabila pemerintah ingin mewujudkan wacana WFH sehari dalam sepekan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |