jpnn.com - JAKARTA - Arsenal gagal merengkuh trofi Liga Champions pertamanya karena takluk 3-4 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit melawan Paris Saint-Germain pada laga final di Budapest, Sabtu (30/5).
PSG pun memastikan gelar juara Liga Champions kedua secara beruntun setelah memenangkan pertandingan itu. Hasil tersebut menegaskan dominasi klub PSG yang musim lalu juga menjuarai kompetisi ini.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengakui PSG sebagai tim terbaik dunia. Dia mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya untuk sang pelatih Luis Enrique.
"Saya mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis (Enrique), karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia," kata Arteta setelah pertandingan seperti diwartakan TNT Sports.
Dia pun menilai bahwa pujian lebih pantas diberikan kepada para pemain PSG. "Apa yang mampu mereka lakukan dengan bola dan aksi individual, saya belum pernah melihatnya. Bukan soal rencana bermain dalam situasi tertentu ketika tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa Anda bermain seperti itu. Jadi pujian lebih besar pantas diberikan kepada para pemain mereka."
Arteta mengaku hanya merasakan kekecewaan setelah gagal membawa Arsenal mengangkat trofi Eropa. Pelatih asal Spanyol itu menilai timnya belum berada pada level yang sama dengan PSG, terutama dalam penguasaan bola dan kualitas permainan.
Sepanjang pertandingan, Arsenal memang lebih banyak berada di bawah tekanan. The Gunners mencatat penguasaan bola di bawah 25 persen dan dipaksa bertahan menghadapi gempuran bertubi-tubi dari PSG.
Meski demikian, Arsenal memimpin lebih dahulu lewat gol cepat Kai Havertz sebelum Ousmane Dembele menyamakan kedudukan melalui penalti pada babak kedua. Gol tersebut membuat PSG menyamai rekor 45 gol dalam satu musim Liga Champions.






































