Polisi Ungkap Motif Penganiayaan Lansia di Minimarket Bandung

3 hours ago 16

Polisi Ungkap Motif Penganiayaan Lansia di Minimarket Bandung

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton saat ditemui di Kantor Satreskrim Polrestabes Bandung, Selasa (13/1/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Seorang pria lanjut usia (lansia) meninggal dunia seusai menjadi korban penganiayaan di salah satu minimarket di Jalan AH Nasution, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung.

Kejadian berawal ketika pelaku yakni Dika Restu Wibowo, 21, tengah berbelanja di minimarket tersebut pada Selasa (6/1/2026) dini hari. Pelaku memasukkan belanjaan ke dalam jaketnya karena tidak membawa keranjang.

Karyawan yang mengetahui, menduga pelaku hendak melakukan pencurian.

"Barang-barang ini dimasukin ke dalam bajunya, ke dalam jaketnya, sehingga menimbulkan kecurigaan kepada petugas yang ada di minimarket tersebut," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton, Selasa (13/1/2026).

Ia menuturkan, karyawan dan pelaku sempat cekcok terkait dugaan pencurian. Korban yang diketahui bernama Ade Dedi (62) meminta agar Dika membayar barang belanjaannya. Karena uangnya tidak mencukupi, sehingga barang tidak jadi dibeli.

Dika yang tidak terima dituduh mencuri pun segera menghampiri korban yang berada di area parkir. Tiba-tiba, pelaku mendaratkan pukulannya di bagian kepala korban, pelaku juga menginjak bagian dada dan leher korban.

"Setelah itu korban langsung terjatuh, tidak sadar. Kemudian karena kondisinya dianggap pingsan langsung dibawa ke rumah sakit Ujung Berung," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, masyarakat yang melihat kejadian tersebut membuat laporan kepolisian. Laporan tercatat dengan nomor LP/01/I/2026/SPK Unit Reskrim/Polsek Panyileukan/Polrestabes Bandung/Polda Jawa Barat, tertanggal 6 Januari 2026, dengan pelapor atas nama Indra Lesmana.

Pria lansia tewas seusai menjadi korban penganiayaan di minimarket Cibiru, Kota Bandung. Polisi mengungkapkan motifnya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |